Haris Zone official website | Members area : Register | Sign in
Image and video hosting by TinyPic


~*0*~
Ketika Anda berhenti mengubah, Anda sudah berakhir (Benjamin Franklin)
.

~*0*~
Perubahan dimulai ketika seseorang melihat langkah berikutnya (Willian Drayton)
.

~*0*~
Dia yang menolak perubahan adalah arsitek pembusukan (Harold Wilson)
.

~*0*~
Perubahan itu sendiri kekal, terus menerus, abadi. (Arthur Schopenhauer)
.

~*0*~
Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah (Lao Tze)
.

~*0*~
Ubah pikiran Anda dan Anda akan mengubah dunia (Norman Vincent Peale)
.

~*0*~
Tidak ada yang salah dengan perubahan, selama berada di arah yang benar (Winston Churchill)
.

~*0*~
Kita berubah, apakah kita suka atau tidak (Ralph Waldo Emerson)
.

~*0*~
Kita harus berubah menjadi seperti yang ingin kita lihat (Mahatma Gandhi)
.

~*0*~
Berteriaklah lantang jika dunia ingin melihatmu, Singkirkan rasa takutmu jika kau inginkan perubahan, Yakinlah kau bisa jika oranglain ingin percayai dirimu, Karena aku adalah sang inovator...! (anonim)
.
Image and video hosting by TinyPic
.
Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic
Selamat Datang di Website Haris Media ------ Maaf Website Ini Masih Dalam Proses Pengembangan

Menjaga Hubungan Agama dan Negara

Rabu, 23 Juni 2010

Pemerintahan sekuler dan komunis telah membuat masyarakat Eropa Timur, khususnya Ceko, kian jauh dari nilai-nilai agama. Harapan hadirnya kembali agama dalam ranah publik muncul. Agama diminta turut ”bertanggung jawab” atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat modern saat ini.

Keinginan sebagian warga untuk menghadirkan kembali agama (gereja) dalam ranah publik itu diungkapkan Presiden Akademi Kristen Ceko, Praha, Mgr Tomás Halík dalam ”Dialog Antaragama: Mempromosikan Peradaban yang Harmonis dalam Masyarakat Plural” di Praha, Ceko, akhir Mei lalu. Namun, harapan itu belum bisa dipenuhi karena pembatasan negara yang kuat.

Saat tekanan dan frustrasi sosial terus meningkat dan politik sekuler tidak cukup mampu mengekspresikan kegundahan dan emosi, masyarakat spontan berpaling kepada agama. Semangat ini dapat dimanfaatkan pemimpin politik untuk memperjuangkan kepentingan mereka dengan memanfaatkan retorika dan simbol agama. Agama akan menjadi senjata konflik politik yang mematikan.

Upaya melibatkan kembali agama ke ranah publik di negara Barat yang sekuler memang tak mudah. Kelindan antara agama dan negara pada abad pertengahan masih menyisakan trauma dan ketakutan. Runtuhnya komunisme dan kembalinya sekularisme tetap membuat masyarakat berhati-hati saat membahas agama untuk menghindari masuk ke ranah privat terlalu dalam.

Pada era demokratisasi, Pemerintah Ceko sebenarnya mengakomodasi keberadaan agama. Semua agama bebas tumbuh dan berkembang. Kondisi ini yang membuat pentingnya dialog untuk menjembatani keragaman yang ada. Nilai agama dapat diubah menjadi kekuatan potensial bagi terwujudnya perdamaian, bukan sebagai kekuatan yang merusak. ”Agama dan budaya dapat membangun nilai moral yang efektif bagi masyarakat,” katanya.

Wakil Presiden Yayasan Islam Ceko Vladimir Sanka menambahkan, keberadaan komunitas Muslim Ceko baru diakui akhir 2004. Undang-undang yang berlaku sejak 1992 pada awal runtuhnya komunisme tidak mengizinkan terdaftarnya komunitas Muslim karena jumlah pemeluknya kurang dari 10.000 penduduk dewasa. Namun, berdasarkan UU yang baru pada 2002, pendaftaran komunitas agama dipermudah, yaitu hanya dengan 300 penduduk.

”Masalah dengan negara tak ada. Yang ada hanya persoalan personal antarumat beragama serta beberapa diskriminasi, seperti sulitnya perempuan berjilbab melamar pekerjaan,” ungkap Sanka.

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Hasyim Muzadi membandingkan hubungan agama dan negara di Ceko dengan keadaan di Indonesia. Meski mayoritas rakyatnya beragama Islam, Indonesia bukan negara Islam. Dasar negara yang menjadi rujukan hukum nasional adalah Pancasila dan UUD 1945, bukan hukum agama tertentu.

”Indonesia bukan negara agama karena tidak memasukkan dogma teologi ritual menjadi aturan negara. Namun, Indonesia juga bukan negara sekuler karena tetap mengakomodasi masuknya nilai agama dalam negara,” katanya. Nilai universalitas agama itulah yang dimasukkan saat membangun sistem hukum negara sehingga tidak membuat terjadinya formalisasi agama. Pada saat bersamaan, hukum negara melindungi semua agama yang ada.

Menurut Hasyim, secara ajaran, agama tak memerlukan kekuasaan negara. Namun, fakta kehidupan modern membuat negara mengatur hampir segala hal untuk warganya. Karena itu, hubungan antara agama dan negara harus membuahkan kedamaian dan independensi agama.

Untuk menjamin terselenggaranya hubungan antara agama dan negara yang serasi, diperlukan pemahaman agama yang moderat. Orang beragama di Indonesia diharapkan menjadi agamawan yang baik sesuai ajaran agamanya dan pada saat berbarengan juga memiliki toleransi dengan umat agama lain sesuai kadar keimanannya. Mereka harus menjadi umat beragama yang baik, tetapi juga warga negara yang baik.

Konflik agama yang ada di sejumlah wilayah seharusnya tidak perlu dijadikan alasan, agama hanya membawa masalah saat hadir dalam kehidupan publik. Konflik agama umum- nya lebih banyak ditumpangi kepentingan jahat politik.

Hubungan antarumat beragama di Indonesia juga cukup baik. Saat mereka bertemu, hal-hal yang dibicarakan tak hanya tentang persoalan agama, tetapi juga persoalan kebangsaan, kemanusiaan, dan keadilan yang sama-sama dihadapi semua komunitas agama.

Isu aktual yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat itulah yang menurut perwakilan Kementerian Luar Negeri Ceko Edita Hrda kurang dikembangkan. Berbagai persoalan global dapat didialogkan untuk mencari kesepahaman bersama antarkomunitas yang berbeda agama dan budaya.

Salah satu media yang dapat digunakan untuk membangun dialog antarkomunitas yang berbeda bagi kepentingan membangun negara ataupun menata pergaulan global itu adalah pendidikan.

Ketua Sekolah Tinggi Teologi Jakarta Pendeta Jan Sihar Aritonang, dalam dialog antaragama Indonesia-Hongaria di Gödöllð, Hongaria, akhir Mei lalu, mengatakan, komunitas agama di Indonesia sejak lama menyelenggarakan pendidikan bagi komunitasnya ataupun pendidikan umum yang terbuka bagi komunitas agama lain.

Tujuan pendidikan yang dikelola komunitas agama itu tak hanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia mereka, tetapi juga meningkatkan kualitas manusia bangsa secara keseluruhan. Selama ini komunitas agama itu banyak menjadi sumber pemimpin bangsa.

Namun, banyak lembaga pendidikan yang dikelola komunitas agama belum membangun jaringan kerja terpadu, khususnya di antara agama yang berbeda. Padahal, kerja sama itu diperlukan untuk semakin memperkokoh dialog antaragama yang sudah berlangsung. Kerja sama lintas agama itu banyak diperankan lembaga kajian keagamaan, seperti Wahid Institute dan Maarif Institute.

Penulis : M ZAID WAHYUDI

(Source : kompas.com)

Buku

Kamis, 10 Juni 2010

Judul Buku : Self Publishing Kupas Tuntas Rahasia Menerbitkan Buku Sendiri
Penulis : Miftachul Huda
Penerbit : Samudra Biru
Pengantar : Hernowo
Editor : Bramma Aji Putra
Rancang Sampul : Ainul Ghurri
Tata Letak : u21424k@ymail.com
Illustrator : Rangga AMB
Kode : Sam003
Cetakan : Pertama, Desember 2010
Harga : 27.000
ISBN : 978-602-96516-3-8
Ukuran : 14 x 20 cm
Halaman : xiv + 122 hlm

Segera dapatkan buku yang sangat menarik ini...!!!
========================================
========================================

Menjadi orangtua berhubungan dengan waktu yang kita lalui setiap hari. Menjadi orangtua berhubungan dengan menit-menit yang kita lalui bersama anak-anak kita. Mungkin kita melaluinya hanya beberapa menit saja setiap hari. Tapi menit-menit itu adalah menit-menit yang memungkinkan kita menjadi orangtua.

Tidak jarang, kesibukan sehari-hari membuat kita tidak punya waktu untuk bersama anak-anak kita. Tidak jarang, tugas-tugas kita sehari-hari membuat kita, walau sementara, tercerabut dari tugas-tugas sebagai orangtua.

Hari-hari kerja membuat waktu, pikiran dan tenaga kita terkuras untuk urusan kerja. Pergi pagi pulang sore, bahkan sampai larut malam. Waktu sore atau malam hari bersama anak-anak kita, kalaupun ada, adalah waktu-waktu sisa. Pikiran dan tenaga yang kita curahkan untuk anak-anak kita mungkin juga sisa hari itu. Pagi hari, apalagi di kota besar, mungkin kita lebih dahulu berangkat kerja daripada anak-anak kita bangun pagi dan berangkat sekolah. Mungkin gambaran kita dalam berhubungan dengan anak-anak kita tidak seekstrem itu. Atau mungkin juga lebih ekstrem dari itu. Yang lebih penting adalah, menjadi orangtua berhubungan dengan waktu, yakni menit-menit yang kita miliki, dan kita berikan untuk anak-anak kita.

JudulMenit untuk Anakku
SeriPsikologi Anak
ISBN / EAN9789792775044 / 9789792775044
AuthorAbu Bakar Fahmi
PublisherELEX MEDIA
Publish21 Juli 2010
Pages268
Weight250 gram
Dimension (mm)140 x 210
Tag
Harga
Psikologi,
Rp46.800

Dapatkan segera di toko-toko terdekat...

==============================

Multimedia - Never Say Never

Kamis, 27 Mei 2010

Never Say Never Justin Bieber ft. Jaden Smith





See I never thought that I could walk through fire.
I never thought that I could take the burn.
I never had the strength to take it higher,
Until I reached the point of no return.
And there’s just no turning back,
When your hearts under attack,
Gonna give everything I have,
It’s my destiny.
I will never say never! (I will fight)
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down,
I will not stay on the ground.
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up up up,
And never say never.
I never thought I could feel this power.
I never thought that I could feel this free.
I’m strong enough to climb the highest tower.
And I’m fast enough to run across the sea.
And there’s just no turning back,
When your hearts under attack,
Gonna give everything I have,
Cause this is my destiny.
I will never say never! (I will fight)
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down,
I will not stay on the ground.
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up, up, up,
And never say never.
Here we go!
Guess who?
JSmith and Jb!
I gotcha lil bro.

I can handle him.
Hold up, aight?
I can handle him.
Now he’s bigger than me,
Taller than me.
And he’s older than me,
And stronger than me.
And his arms a little bit longer than me.
But he ain’t on a JB song with me!
I be trying a chill
They be trying to side with the thrill.
No pun intended, was raised by the power of Will.
Like Luke with the force, when push comes to shove.
Like Cobe with the 4th, ice water with blood.
I gotta be the best, and yes
We’re the flyest.
Like David and Goliath,
I conquered the giant.
So now I got the world in my hand,
I was born from two stars
So the moon’s where I land.
I will never say never! (I will fight)
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down,
I will not stay on the ground.
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up, up, up,
And never say never.
I will never say never! (I will fight)
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down,
I will not stay on the ground.
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up, up, up,
And never say never

ORIGINAL MUSIC

Jumat, 26 Maret 2010

█║▌│█│║▌║││█║▌║││█║▌

© ORIGINAL MUSIC

╔══╗
║██║
(O)(•̪●) play music
╚══╝

Min- - - - - - - - - - - -●Max
Play. ▌▌Pause
♥♥♥ update in progress...♥♥♥



Denger Musik Online

Multimedia - Dream Big by David Cook

Selasa, 09 Maret 2010

Dream Big by David Cook



When I was a little boy,
I swore that I would change the world when I grew up.
Nothing else would be enough.
I see it everyday,
We settled for safe,
And lose ourselves along the way.
‘Cause if you don’t dream big,
What’s the use in dreaming?
If you don’t have faith,
There’s nothing worth believing.
It takes one hope,
To make the stars worth reaching for.
So reach out for something more!
It took a well perfected plan,
For me to finally understand,
That it’s not me.
Faith is something you can’t see.
I wiped my tears away.
Now it’s time for a change….
No I can’t waste another day.
‘Cause if you don’t dream big,
What’s the use in dreaming?
If you don’t have faith,
There’s nothing worth believing.
It takes one hope,
To make the stars worth reaching for.
‘Cause if you don’t have faith,
What’s the use in dreaming?
If you don’t have faith,
There’s nothing worth believing.
It takes one hope,
To make the stars worth reaching for.
So reach out for something more!

Out of The Box

Senin, 08 Maret 2010

“Out of The Box”

“Out of The Box”. Berfikir di luar kotak (Thinking outside the box), yaitu suatu cara berfikir diluar kebiasaan umumnya,atau berbeda dalam memecahkan suatu permasalahan atau dalam menghadapi kondisi-kondisi baru.

Sekarang istilah ini menyebar secara luas,termasuk digunakan di dalam dunia bisnis dan marketing, pendidikan dan manajerial sehingga orang memandang perlu tahu istilah ini untuk diterapkan dan diujicoba dalam usahanya untuk mewujudkan inovasi - inovasi produk, langkah langkah bisnis dan strategy manajemen yang akan diambil.

Untuk mengetahui cara fikir diluar kotak selayaknya kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud berfikir didalam kotak (Thinking inside the box), cara berfikir jenis ini artinya kita menerima status quo, kita berfikir secara umum normal dan rutin ,orang yang hanya membatasi dirinya dalam berfikir “inside the box” akan menemukan suatu kesulitan dalam membedakan “suatu kualitas ide”, ide adalah ide, solusi adalah solusi, mereka sangat jarang menginvestasikan waktunya untuk memikirkan “a great solution“.

Mereka juga percaya bahwa setiap masalah hanya memerlukan satu solusi, merumukan lebih dari satu kemungkinan alternatif solusi hanyalah buang-buang waktu, apakah lagi bila untuk mencari terobosan-terobosan.”There is no time for creative solution, we just need the solution“.

Menurut beberapa ahli, ada beberapa hal yang harus kita miliki untuk dapat berpikir Thinking out side the box diantaranya :

1. Keinginan untuk mengambil ide-ide dan ekspektasi baru dari hari ke hari, berdasarkan perkembangan informasi dan kondisi kekinian.
2. Berfokus pada nilai dalam menemukan ide -ide baru dan bertindak sesuai dengan ide-ide tersebut.
3. Terbuka pada sesuatu yang berbeda dan melakukan sesuatu dengan cara berbeda.
4. Berusaha menciptakan nilai dengan cara -cara baru.
5. Menerima segala bentuk informasi yang berkembang untuk kemudian difilterisasi.
6. Mendukung dan menghormati pihak lain ketika mereka mengungkapkan ide - ide barunya.

Pada Zaman Wild-Wild-West (Jaman koboi di Amerika dulu), terjadi trend menggali emas dan tiba-tiba semua orang pergi ke barat untuk mencari emas, tetapi tahukah Anda siapa yang paling kaya? Yang menggali emas ? BUKAN !!

Ternyata yang paling kaya adalah YANG JUAL JEANS (LEVI’S), dan YANG JUAL SEKOP kenapa? Karena disaat semua ikut-ikutan menggali emas, mereka tiba-tiba mempunyai kebutuhan yang sama yaitu celana jeans dan sekop. Jadi pada saat itu orang-orang yang dapat melihat peluang bisnis tersebut, akan menjual jeans atau sekop karena mereka tidak ikut-ikutan mencari emas, tapi fokus apa yang akan banyak di cari saat trend emas itu terjadi.

Ketika ada trend yang semua orang suka olah raga lari, kita jual apa supaya larinya lebih cepat? JUALAN SEPATU , JUAL KAOS OLAHRAGA.

Siapa yang tidak tahu dengan yang namanya AQUA (maaf bukan promosi lho!). Mungkin hanya sedikit yang tahu bagaimana situasi yang dihadapi oleh perintis dari produk air dalam kemasan ini. Kala itu, banyak orang mencibir dan meremehkan, air bening dijual dalam kemasan botol (waktu itu kemasan gelas belum ada), pasti tidak akan laku. Karena apa ? Karena air yang biasa dijual dalam kemasan saat itu biasanya adalah air yang sudah diberi perasa dan pewarna (sirup, orson dll), selain itu kalau orang butuh air bening tinggal masak saja air dari sumur. Selesai perkara.

Tapi apa yang terjadi sekarang (dimana kualitas air tanah tidak sebagus dulu), orang dimana-mana sudah akrab dengan air dalam kemasan ini bahkan banyak perusahaan yang akhirnya mengikuti (mengekor) kesuksesan yang ditorehkan AQUA.
Salah satu cara yang paling bisa untuk melatih kita berpikir diluar dari “kotak” adalah dengan mengetahui terlebih dahulu cara berpikir apa yang orang biasa pikirkan atau lakukan. Jika sudah mengetahui apa yang orang biasa pikirkan, maka kita bisa mencari sesuatu di atas yang orang biasa pikirkan tersebut. Menciptakan suatu hal yang sudah pernah dipikirkan orang lain namun belum terealisasikan atau bahkan menciptakan sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain sekalipun Apakah bisa disebut ide yang gila? Ya, memang benar ini ide yang gila dan mustahil pada saat ini. Bagaimana jika hal itu nantinya terjadi? Akan menjadi sangat luar biasa dan ternyata tidak mustahil.

Lalu bagaimana kaitannya dengan dunia dakwah dan tarbiyah, lebih khusus lagi dengan kebijakan-kebijakan strategis yang diambil oleh para qiyadah kita.

Saya berpendapat dalam kadar tertentu beririsan dengan cara pengambilan keputusan yang ‘out of the box’, diluar main-stream cara berfikir yang seharusnya diambil oleh partai yang salah satu positioning-nya adalah partai dakwah atau partai Islam. Namun demikian dalam kacamata kemaslahatan dakwah maka saya berpendapat bhw kebijakan-kebijakan tersebut tidak semata-mata “Out of The Box” saja tapi juga ”Still Inside The Frame”, yang dalam bahasa dakwahnya dikenal dengan istilah TSAWABIT WAL MUTAGHAYYIRAT. Yang merupakan racikan yang padu atas dasar pemahaman yang mendalam dari fiqhud dakwah, fiqhul ahkam dan fiqhul waqi’. Saya merasa nyaman, karena saya percaya dengan kapasitas, kompetensi serta komitmen para qiyadah tersebut.

Akhirnya saya merenung, boleh jadi kebijakan-kebijakan strategis yang diputuskan oleh para qiyadah dakwah ini, yang saat ini banyak dicibir orang, banyak dikritisi oleh banyak orang, banyak tersebar fitnah atasnya bahkan diragukan juga oleh sebagian kecil kadernya. Seiring dengan waktu berlalu dan proses yang terjadi akhirnya atas izin Allah akan menuai hasil yang luar biasa bagi kemaslahatan dakwah ini. Lalu saya pun menerawang, apa yang telah dilakukan oleh para kader dakwah di negeri ini akhirnya satu saat kelak menjadi satu sunnah hasanah, menjadi trend-setter bagi pola pergerakan para pejuang Islam di seluruh penjuru dunia. Betapa banyak limpahan kebaikan didalamnya.

”Ah !! Apakah ini hanya mimpi ?” sebersit tanya muncul, tapi saya pun kembali tersenyum tenang, saya teringat perkataan seorang sholeh, seorang ‘ulama mujaddid mujahid dakwah abad ini, dia pernah mengatakan “Mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari.” “Amin, ustadz.” gumamku.


*) racikan dari berbagai sumber, silahkan baca lbh lanjut ttg masalah” tsawabit wal mutaghayyirat” ini, ada beberapa buku bagus yg membahasnyai dengan tuntas (sy lupa judul bukunya tapi sy pernah baca sebelumnya). Inayah, Taujih Forum Sholahuddin.