Haris Zone official website | Members area : Register | Sign in
Image and video hosting by TinyPic


~*0*~
Ketika Anda berhenti mengubah, Anda sudah berakhir (Benjamin Franklin)
.

~*0*~
Perubahan dimulai ketika seseorang melihat langkah berikutnya (Willian Drayton)
.

~*0*~
Dia yang menolak perubahan adalah arsitek pembusukan (Harold Wilson)
.

~*0*~
Perubahan itu sendiri kekal, terus menerus, abadi. (Arthur Schopenhauer)
.

~*0*~
Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah (Lao Tze)
.

~*0*~
Ubah pikiran Anda dan Anda akan mengubah dunia (Norman Vincent Peale)
.

~*0*~
Tidak ada yang salah dengan perubahan, selama berada di arah yang benar (Winston Churchill)
.

~*0*~
Kita berubah, apakah kita suka atau tidak (Ralph Waldo Emerson)
.

~*0*~
Kita harus berubah menjadi seperti yang ingin kita lihat (Mahatma Gandhi)
.

~*0*~
Berteriaklah lantang jika dunia ingin melihatmu, Singkirkan rasa takutmu jika kau inginkan perubahan, Yakinlah kau bisa jika oranglain ingin percayai dirimu, Karena aku adalah sang inovator...! (anonim)
.
Image and video hosting by TinyPic
.
Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic
Selamat Datang di Website Haris Media ------ Maaf Website Ini Masih Dalam Proses Pengembangan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

RI Belajar dari Ethiopia Soal Keanekaragaman Agama

Selasa, 19 April 2011


Indonesia perlu belajar ba­nyak bagaimana menciptakan su­a­sana kerukunan antar umat beragama dari Ethiopia. Pa­sal­nya, negeri yang juga multi aga­ma itu terbilang ber­ha­sil dalam mengatur kebera­gaman budaya dan agama hing­ga me­ning­katnya pereko­no­mian mereka. “Ethiopia adalah negara yang baru bangkit yang kini setara dengan Vietnam. Mereka sama seperti Indonesia yang mer­u­pakan negara multi agama, tapi mengapa mereka bisa merangkak bangkit,” ujar bekas Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi di sela-sela dialog lintas agama RI-Ethiopia, dengan tema “Managing Mutual Respect and Understanding in the Religious Communities” di se­kre­tariat International Con­fe­rence for Islamic Scholars (ICIS), Jakarta, kemarin. Indonesia, lanjut Hasyim, du­lunya tidak ada apa-apa (jauh dari kata konflik), sekarang justru konflik merajalela. Sam­pai-sam­pai, bom ada yang me­ledak di masjid dan bukan hanya bom di gereja. “Ini perlu kajian yang men­d­a­lam, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan itu terjadi. Kami tengah berbagi pengalaman de­ngan Ethopia. Mengingat, ada beberapa persamaan potensi yang dimiliki kedua negara ini, namun berbeda hasil,” lanjutnya. Dubes RI untuk Ethiopia Ramli Saud menambahkan, sela­ma mengemban tugas hampir tiga tahun di sana, dia mendapati be­berapa pengalaman berharga. “Ethiopia sudah maju pesat di­bandingkan 20 tahun lalu. Sta­bi­litas perekonomian mereka sa­ngat terbantu situasi ke­ama­nan,” kata Saud. [RM]

RI-Australia Kembali Selenggarakan Bali Process

Senin, 28 Maret 2011

Menlu RI Marty Natalegawa bersama Menlu Australia Kevin Rudd dijadwalkan akan membuka pertemuan tingkat menteri keempat membahas mengenai masalah imigran gelap, penyeludupan manusia dan kejahatan lintas batas lainnya (The Fourth Bali Regional Ministerial Conference/BRMC-4) pada 30 Maret 2011 di Bali.

Pertemuan akan diawali dengan Senior Officials Meeting yang dimulai hari ini, Selasa (29/3), yang diharapkan akan dihadiri oleh para pejabat tinggi dari sekitar 41 negara antara lain Australia, Selandia Baru, Thailand, Malaysia, Singapura, Srilangka, dan Timor Timur. Selain itu, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan the International Organization for Migration (IOM) juga akan hadir sebagai ‘observer’.

Sementara itu, tercatat sebanyak 18 menteri telah menyatakan kesediaannya untuk hadir pada pertemuan yang akan membahas tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dicapai terkait dengan pembentukan kerangka regional dan prosedur operasional.

Kegiatan Bali Process dipandang telah memberikan kontribusi positif, khususnya pada aspek peningkatan kapasitas dan peningkatan jejaring antar pemangku kepentingan di kawasan terkait kerjasama penanggulangan penyelundupan manusia, perdagangan orang dan kejahatan lintas negara lainnya.

(Source : okezone.com)

Dalai Lama Mundur dari Peran Politik

Kamis, 10 Maret 2011

Dalai Lama, Kamis (10/3/2011), mengumumkan rencananya untuk mengundurkan diri dari perannya sebagai pemimpin politik gerakan Tibet di pengasingan. Ia mengatakan, waktunya telah tiba bagi penggantiannya yang dipilih secara bebas.

Dalai Lama, yang peran lebih pentingnya sebagai pemimpin spiritual gerakan itu, mengatakan, ia akan mengusahakan perubahan untuk memungkinkannya mundur dari tanggung jawab politiknya pada sidang parlemen Tibet di pengasingan, minggu depan. "Keinginan saya untuk memindahkan tanggung jawab itu tidak ada urusannya dengan keinginan untuk mengelak tanggung jawab," katanya dalam pidato di Dharamshala, tempat kedudukan Pemerintah Tibet di pengasingan di India utara. "Itu akan menguntungkan masyarakat Tibet dalam jangka panjang. Itu bukan karena saya merasa berkecil hati," katanya.

Dalai Lama baru berumur 15 tahun ketika ditunjuk sebagai "kepala negara" pada tahun 1950 setelah tentara China menyerbu Tibet. Ia melarikan diri dari tanah airnya itu tahun 1959 setelah pemberontakan yang gagal terhadap pemerintah China. Penerima hadiah Nobel perdamaian berusia 75 tahun itu telah lama berbicara mengenai pengunduran diri dari peran yang sebagian besar seremonial itu, tetapi mempertahankan jabatan lebih pentingnya sebagai pemimpin spiritual gerakan Tibet.

"Sudah sejak 1960-an, saya berulang kali menekankan bahwa rakyat Tibet membutuhkan seorang pemimpin, yang dipilih secara bebas oleh rakyat Tibet, pada siapa saya dapat menyerahkan kekuasaan," katanya. "Sekarang, kita jelas telah mencapai waktu untuk membuat ini berlaku."

Dalam pidato untuk menandai ulang tahun pemberontakan tahun 1959, Dalam Lama menjelaskan bahwa ia tidak akan mundur dari perjuangan politik dan tetap "berkomitmen untuk memainkan bagian saya dalam masalah Tibet yang adil".

Meskipun usianya bertambah dan ada beberapa kekhawatiran tentang masalah kesehatan, Dalai Lama mempertahankan jadwal perjalanan yang padat.

Kesetiaan spiritual dan sekuler pada kepemimpinannya merupakan ketabahan dan ia adalah perekat yang mengikat berbagai kelompok dalam gerakan itu, beberapa dari mereka menyukai agenda yang lebih radikal ketimbang kampanye tanpa kekerasan Dalai Lama untuk memperoleh otonomi dalam negara China. Dalam pidato Kamis, Dalai Lama mengatakan ia telah menerima permintaan "berulang dan sungguh-sungguh" dari dalam dan luar Tibet untuk tetap meneruskan kepemimpinan politik.

Kampanye Internasional untuk Tibet (ICT) yang bermarkas di London mengatakan, pengumuman Dalai Lama itu menekankan mandat demokratisnya. "Berbeda dengan otokrat yang lama menjabat yang telah banyak dalam berita, Dalai Lama seorang visioner yang jarang ada yang ingin membebaskan rakyatnya," kata Presiden ICT Mary Beth Markey. "Keputusannya, berdasarkan pada kematangan demokrasi Tibet di pengasingan, pantas mendapatkan penghargaan dan dukungan," katanya.

(Source : kompas.com)

Carlos Slim Masih Terkaya di Dunia

Rabu, 09 Maret 2011

York - Taipan asal Meksiko, Carlos Slim Helu kembali tercatat sebagai orang terkaya di dunia. Dengan kekayaan mencapai US$ 74 miliar, Carlos Slim masih terkaya dan belum tergeser oleh Bill Gates.

Bill Gates tercatat masih menjadi orang terkaya nomor dua. Menurut majalah Forbes, Bill Gates mungkin masih akan menjadi orang terkaya di dunia jika saja tidak memberikan US$ 28 miliar ke yayasannya. Bill Gates tercatat hanya terkalahkan sebagai orang terkaya di dunia 2 kali yakni tahun 1995 dan 2010.

Total kekayaan dari orang-orang terkaya dalam daftar tersebut melonjak hingga 25% menjadi US$ 4,5 triliun, dengan rata-rata kekayaan mereka meningkat dari US$ 3,5 miliar menjadi US$ 3,7 miliar. Sebanyak 47 orang terdepak dari daftar tersebut, 42 kembali masih dan 10 orang meninggal. Jumlah perempuan yang masuk dalam daftar orang terkaya itu juga naik dari 89 pada tahun lalu menjadi 102 pada tahun 2011 ini.

Negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India, China) menempatkan wakil yang semakin banyak dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia seiring melonjaknya perekonomian di China dan India, plus melonjaknya harga baja dan minyak mentah.

Jumlah orang terkaya dari China yang masuk dalamdaftar tersebut melonjak hingga dua kali lipat menjadi 115. Rusia dan Brasil melonjak 50% menjadi masing-masing 101 dan 30. Dan untuk pertama kalinya, AS menempatkan wakilnya lebih dari 100 milyuner dalam daftar tersebut.

"India menambah 6 orang terkayanya dalam daftar tersebut sehingga total menjadi 55. Namun secara rata-rata nilai kekayaan orang India dalam daftar tersebut sangat besar yakni US$ 4,5 miliar, dibandingkan milyuner CHina yang hanya US$ 2,5 miliar," ujar CEO Forbes, Steve Forbes.

Berikut daftar 10 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes yang dilansir dari situsnya, Kamis (10/3/2011).

  1. Carlos Slim Helu (Meksiko/telecom) : US$ 74 miliar
  2. Bill Gates (AS/Microsoft) : US$ 56 miliar
  3. Warren Buffet (AS/Berkshire Hathaway) : US$ 50 miliar
  4. Bernard Arnault (Prancis/LVMH) : US$ 41 miliar
  5. Larry Ellison (AS/Oracle) : US$ 39,5 miliar
  6. Lakshmi Mittal (India/Baja) : US$ 31,1 miliar
  7. Amancio Ortea (Spanyol/Zara) : US$ 31 miliar
  8. Eike Batista (Brasil/Tambang) : US$ 30 miliar
  9. Mukesh Ambani (India/Petrokimia, migas) : US$ 27 miliar
  10. Christy Walton & Family (AS/Walmart) : US$ 26,5 miliar.


(qom/qom)

Investor Malaysia Tertarik Wilayah Timur Indonesia

Hubungan perekonomian Indonesia dan Malaysia terus membaik. Itu terlihat dari neraca perdagangan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal tahun ini. Pada Januari 2011,perdagangan Indonesia-Malaysia mengalami surplus USD3,23 miliar. Berikut wawancara engan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Da`i Bachtiar di Kuala Lumpur, beberapa waktu lalu, mengenai masa depan kerja sama Indonesia dengan Malaysia.

Bagaimana masa depan hubungan perekonomian kedua negara?

Saya pikir hubungan perekonomian dua negara akan semakin baik. Indikatornya terlihat dari banyak kalangan bisnis Malaysia yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara untuk berinvestasi.

Itu bisa dimaklumi karena memang indikator ekonomi negara kita terus menunjukkan perbaikan. Salah satunya ditandai dengan cadangan devisa senilai lebih dari USD100 miliar. Kita juga memiliki pasar yang cukup besar dengan pendapatan per kapita setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

Sumber daya alam pun cukup menjanjikan. Tinggal melihat kondisi yang lain, misalnya, politiknya dan kepastian hukum. Ini semua tentunya menjadikan Indonesia sebagai negara yang penting dalam sektor ekonomi.

Bagaimana peluang perdagangan pada 2011?

Pada 2010, total perdagangan Indonesia dan Malaysia mencapai USD18,01 miliar dan lebih dari separuhnya merupakan ekspor kita ke Malaysia. Pada 2011 ini, kami berharap total perdagangan akan meningkat. Selain bahan bakar minyak, ekspor andalan Indonesia ke Malaysia adalah minyak kelapa sawit mentah (CPO/crude palm oil).

Banyak pengusaha Malaysia yang memiliki perkebunan kelapa sawit di Indonesia tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Sebenarnya sejumlah investor Malaysia sudah tertarik berinvestasi pada sektor pertambangan, khususnya batu bara.

Beberapa di antara mereka sudah bertanya-tanya kepada kami. Namun, namanya masih belum bisa disebutkan. Mereka melihat peluang masuk pada sektor pertambangan sangat baik.

Apakah investor Malaysia juga tertarik dengan pengembangan koridor ekonomi, misalnya, berinvestasi di wilayah Indonesia Timur?

Saat ini investor Malaysia tidak lagi hanya melihat daerah-daerah yang dekat dengan Malaysia. Namun, juga kawasan Indonesia bagian timur khususnya Papua, Maluku, dan Sulawesi. Saat ini beberapa investor Malaysia telah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di ketiga daerah tersebut. Sekarang mereka beranggapan jarak bukan lagi menjadi persoalan dalam berinvestasi.

Selama infrastruktur daerah tersebut memadai,mereka tidak akan ragu masuk dan berinvestasi. Masalah infrastruktur kerap dipertanyakan mereka ketika hendak berinvestasi di Indonesia. (hermansah)(Koran SI/Koran SI/ade)


(source : okezone.com)

Eropa Perlu Sadari Peran Strategis Indonesia di Perairan Asia

Jumat, 04 Maret 2011

71.359 kapal yang menggunakan Selat Malaka pada tahun 2009 semakin membuktikan Selat Malaka sebagai salah satu jalur navigasi yang sangat strategis bagi jalur perdagangan dunia termasuk perdagangan UE dari dan ke Asia Tenggara dan Timur yang berjumlah US$ 557 milyar.

Sekretaris III, Pelaksana Fungsi Pensosbud/Diplik KBRI Brussel, Royhan N.Wahab, dalam rilisnya kepada Rakyat Merdeka Online(Sabtu, 5/3), menjelaskan hal itu sebagai topik yang disampaikan Dubes RI Brussel, Arif Havas Oegroseno, dalam paparannya mengenai Managing Strategic Waters in Southeast Asia pada Roundtable Discussion yang diselenggarakan pada Rabu (2/3) di European Institue for Asian Studies (EIAS), sebuah lembaga think-tank berbasis di Brussel yang fokus pada isu-isu di Asia.

Paparan Indonesia ini didampingi oleh pejabat Komisi Eropa dari Directorate General for Maritime Affairs and Fisheries, Daniela Chitu, dan pakar Hubungan Internasional dari Université Catholique de Louvain, Prof. Tanguy Struye. Menurut Dubes RI Brussel, jumlah kapal asing yang memasuki kawasan perairan tersebut dari waktu ke waktu akan semakin meningkat. Pada tahun 2015 diperkirakan bahwa kapal yang menggunakan salah satu jalur pelayaran yang saat ini dinilai paling efisien tersebut akan berjumlah 120.000 kapal.

Kapal-kapal yang melewati perairan tersebut adalah kapal-kapal yang membawa energi dari Afrika dan Timur Tengah ke Asia Timur dan juga yang membawa berbagai produk perdagangan dari Asia ke Eropa dan sebaliknya. Karena jalur perairan tersebut sangat strategis, maka keselamatan navigasi (safety of navigation) di wilayah perairan tersebut telah terus menerus dikelola bersama-sama di antara para negara pengguna dan stakeholders lainnya, demikian imbuh Dubes RI Brussel.

Pengelolaan keselamatan navigasi, yang dilakukan di wilayah perairan tersebut saat ini, dikelola secara trilateral antara Indonesia, Malaysia, dan Singapore. Hingga sejauh ini, kontribusi Eropa terhadap pengelolaan Selat Malaka masih jauh di bawah negara-negara lain seperti Jepang, China, dan Uni Emirat Arab, walaupun jumlah kapal yang menggunakan Selat Malaka untuk memfasilitasi perdagangan Eropa-Asia sangat signifikan.

Pada tahun 2009 tercatat 370 juta ton barang dari Asia Timur dan Tenggara yang diturunkan di pelabuhan-pelabuhan di Uni Eropa. Dalam perdebatan terlihat adanya apresiasi yang tinggi terhadap peran Indonesia dalam mengelola keamanan, keselamatan navigasi, dan perlindungan lingkungan di Selat Malaka dan Selat Singapura serta pandangan bahwa Eropa perlu meningkatkan kontribusi dalam pengelolaan keselamatan navigasi di kawasan tersebut sebagai bentuk positif apresiasi terhadap upaya negara-negara pantai dalam mengelola Selat Malaka dan Selat Singapura.[ald]

Indonesia Pasok Wisatawan Terbesar di Singapura

Pemerintah Singapura berkeyakinan pada 2011 Indonesia masih menjadi pemasok wisatawan terbesar ke negeri itu, setelah pada 2010 jumlah wisatawan yang datang mencapai 2,3 juta orang.

"Tahun ini jumlah wisatawan Indonesia diperkirakan meningkat lagi, setelah tahun lalu sebanyak 2,3 juta orang, dan total kedatangan turis ke Singapura pada 2010 sebanyak 11,6 juta orang," kata Regional Director ASEAN and Ocenia, Singapura Tourism Board, Chooi Yee Chong, di Medan, Sumatra Utara, Kamis (3/3).

Ia menyatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan seusai perayaan YourSingapura Brand, Brand Destinasi Singapura dan Kontes Get Hooked Race to YourSingapura, yang antara lain menampilkan artis Fadil Nuril yang bersepeda bersama puluhan warga Medan lainnya.

Chooi mengatakan sebagian besar wisatawan datang ke Singapura untuk berbelanja, dan lama tinggal mereka rata-rata 3,5 hingga 4,5 hari. Setelah Indonesia, pendatang terbesar lainnya adalah China sebanyak 1,171 juta orang, Australia 1,037 juta orang, Malaysia 880,000 orang dan India 829.000 orang.

Indonesia dan empat negara itu menyumbang 53 persen dari total kedatangan wisatawan ke Singapura pada 2010. "Indonesia sendiri pada tahun lalu memberikan kontribusi 32 persen, dan tahun ini diperkirakan meningkat lagi, karena Singapura memberikan janji pelayanan yang lebih baik," katanya.

Apalagi, kata dia, dengan program situs YourSingapura, wisatawan bisa semakin mengetahui segala sesuatu kegiatan di negeri itu, sehingga bisa menyesuaikan dengan rencana liburannya.

Pemerintah dan industri pariwisata di Singapura sendiri, menurut dia terus berbenah diri untuk menjadikan negeri itu tetap sebagai tujuan utama berwisata para wisatawan dari berbagai penjuru dunia khususnya Indonesia dan Malaysia yang jarak tempuhnya sangat dekat.

Ia mengatakan pemerintah dan pelaku industri pariwisata Singapura sangat merasakan keuntungan dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang setiap tahun. Pada 2010, kata dia, Singapura memperoleh pendapatan dari sektor pariwisata 18,8 miliar dolar Singapura. (Ant/OL-2)

Hun Sen Minta RI Kirimkan Peninjau ke Perbatasan

PHNOM PENH - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengimbau Indonesia untuk segera mengirimkan peninjau ke sisi perbatasan Kamboja jika Thailand masih enggan untuk menerima.

"Saya mengimbau Indonesia, jika Thailand ragu-ragu menerima para peninjau, mengirimkan segera para pengamat ke sisi Kamboja di daerah perbatasan yang disengketakan dekat candi Preah Vihear," kata Hun Sen pada peringatan hari kebudayaan nasional ke-13 di Balai Chaktomuk.

Perdana menteri mengatakan, bahwa ketua ASEAN, Indonesia, pada Sabtu telah mengirimkan kerangka acuan termasuk prosedur pengawasan dan kewajiban para pengamat Indonesia di wilayah sengketa kepada Kamboja dan Thailand.

"Kami membalas permintaan Indonesia tak lebih dari 24 jam, dan memberikan 14 butir kepada Indonesia untuk meninjau, dan kami akan membuka diri lebih lanjut jika diperlukan," katanya.

"Para peninjau itu akan berada di sana selama 12 bulan dan bisa diperpanjang selanjutnya," ucapnya.

Menurutnya, sampai sekarang pemerintah Bangkok mengatakan bahwa menteri luar negeri dan menteri pertahanan belum bertemu satu sama lain tentang masalah ini, dan panglima militer mengatakan bahwa peninjau tidak akan diizinkan untuk mengamati di dalam, hanya di daerah terbatas saja. "Jika Thailand tidak menerima pengamat, Kamboja akan menerima sendiri," katanya.

Perdana menteri menegaskan bahwa tidak akan ada negosiasi bilateral dengan Thailand mengenai daerah perbatasan yang disengketakan.

Dia menegaskan jika Thailand ingin bernegosiasi, anda harus meminta Indonesia, ketua ASEAN, untuk menyelenggarakan pertemuan. Tidak ada perundingan dengan anda secara bilateral.

"Kami terus melakukan negosiasi dengan Thailand hanya dalam kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata dan sebagainya, namun wilayah sengketa perbatasan, harus ada partisipasi pihak ketiga," katanya.

Hun Sen juga mengatakan bahwa ia tidak pernah berharap para pemimpin Thailand meminta UNESCO untuk mencabut daftar kuil Preah Vihear dari Daftar Warisan Dunia.

"Saya tidak pernah berharap bahwa Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejajjiva dan Menteri Luar Negeri Thailand Kasit Piromya, berani meminta Koichiro Matsuura, utusan khusus UNESCO, untuk mencabut daftar kuil Preah Vihear dari situs warisan dunia," katanya.

"Pada awalnya saya hanya berpikir mereka menentang rencana pengelolaan candi, tapi utusan khusus yang bertemu saya pada 28 Februari mengatakan kepada saya, bahwa pemimpin Thailand meminta
UNESCO untuk mencabut daftar kuil." (AFP/Kardeni)

Revolusi Libia : Oposisi Galang Serangan Besar-besaran

Rabu, 02 Maret 2011


Pihak oposisi Libia kini tengah menggalang kekuatan militernya sendiri dan bersiap melakukan serangan dalam skala besar terhadap pasukan Presiden Moamar Khadafy. Sedikitnya 5.000 sukarelawan berlatih di kamp khusus di Kota Benghazi, berlatih layaknya militer, termasuk bela diri dan menggunakan senjata api. Mereka dilatih oleh sejumlah perwira polisi dan tentara Libia yang membelot.

Pemimpin unit pasukan bentukan baru ini menyatakan, di luar 5.000 sukarelawan yang sudah menjadi anggota pasukan perlawanan, masih terdapat ribuan pendaftar lainnya. Mereka siap melakukan perlawanan terhadap pasukan Khadafy.

Situasi saat ini makin memanas setelah Amerika Serikat (AS) mengirim kapal perang ke wilayah Libia. Ini merupakan salah satu upaya pihak Barat untuk menekan Khadafy dan mendesaknya menghentikan kekerasan atas rakyatnya sendiri.

Kapal Induk USS Barry dikabarkan sudah melewati Terusan Suez, Senin (28/2), dan berlayar menuju Laut Mediterania. Sementara USS Kearsarge, kapal serang amfibi yang dapat membawa 2.000 militer AS disertai dua kapal angkatan laut lainnya, dikabarkan sudah berada di Laut Merah dan akan melintasi Terusan Suez, Rabu malam.

Pihak Gedung Putih mengatakan, kapal-kapal tersebut dikerahkan sebagai persiapan bantuan kemanusiaan yang bisa saja dibutuhkan.

"Kami menjajaki banyak pilihan dan pertimbangan. Belum ada keputusan akan adanya tindakan lain (serangan militer)," kata Menteri Pertahanan AS Robert Gates, Rabu.

Inggris, Prancis, dan beberapa negara sekutu Amerika Serikat juga sedang mempertimbangkan untuk mempersenjatai pasukan pemberontak di Libia.

Kekhawatiran tentang kemampuan rezim Khadafy yang di ambang keruntuhan itu bisa melakukan tindakan putus asa terakhir berupa pembunuhan massal makin bertambah ketika sumber-sumber Inggris mengungkapkan, Libia masih memiliki stok gas kimia bubuk.

Meski ada janji pada tahun 2003 untuk menyerahkan senjata pemusnah massal, Khadafy diperkirakan masih menyimpan 14 ton bahan kimia yang diperlukan untuk membuat gas bubuk. Stok itu dikatakan masih disimpan dalam fasilitas rahasia yang aman di gurun Libia.

Pengungkapan tentang senjata kimia itu muncul setelah seorang juru bicara Khadafy mengatakan bahwa akan ada ratusan ribu korban tewas jika negara itu jatuh ke dalam perang saudara besar-besaran, lantaran Khadafy memiliki senjata pemusnah massal.

Putra Moammar Khadafy, Saif al-Islam, mengatakan bahwa tanggapan Perdana Menteri Inggris David Cameron atas krisis Libia hanya sebuah gurauan. Dia juga bersikeras bahwa Pemerintah Libia tidak takut pada intervensi Barat.

Pernyataan Saif itu terkait dengan rencana Inggris dan Amerika Serikat untuk menerapkan zona larangan terbang guna mencegah penyerangan udara terhadap para pengunjuk rasa.

Sebelumnya dikabarkan Khadafy mengancam akan melakukan serangan udara kepada para pengunjuk rasa di Zawiya, barat Tripoli. Pemimpin diktator tersebut juga sudah mengumpulkan pasukan di barat Libia.

"Menggunakan paksaan untuk melawan Libia tidak bisa diterima, tidak ada alasan untuk melakukan hal tersebut. Tapi, jika mereka ingin melakukannya, kami siap. Kami tidak takut. Ini negara saya. Kami tinggal dan mati di sini," ujar Saif Khadafi seperti dikutip Sky, Rabu (2/3).

Beberapa pengamat mengatakan, unjuk kekuatan simbolis di pantai Libia dapat meningkatkan tekanan terhadap Khadafy, tapi pejabat itu, yang mengatakan bahwa pengerahan pasukan angkatan laut dan udara dekat Libia bukan gertakan kosong. "Ada tentara di kapal-kapal yang menuju ke arah itu."

Sebuah kapal induk AS, USS Enterprise, yang memiliki jet tempur yang dapat digunakan untuk menghadapi kemungkinan zona larangan terbang, dapat juga dipanggil untuk krisis Libia. Kapal induk itu kini berada di utara Laut Merah, menurut laman internat Ankatan Laut AS.

Secara terpisah, menteri-menteri luar negeri Arab berembuk di Kairo, Rabu, dan diperkirakan menolak intervensi asing di Libia. Pertemuan Kairo yang dihadiri para menlu dan wakil-wakil dari badan yang beranggota 22 negara itu akan dipusatkan pada krisis politik di Libia di mana pertempuran antara para pendukung Khadafy dan kekuatan antirezim dikabarkan telah menewaskan lebih dari 1.400 orang.

"Dewan Liga Arab akan mengeluarkan satu resolusi yang menegaskan Arab menolak intervensi militer asing di Libia," kata Hesham Youssef, Kepala Staf Pemimpin Liga Arab Amr Mussa. "Liga itu juga akan menegaskan dukungannya bagi persatuan dan keamanan wilayah Libia," kata Youssef.

Iran juga mengingatkan Barat untuk tidak menggunakan opsi militer guna menggulingkan Khadafy, dan mengatakan bahwa tindakan itu dapat mengubah negara tersebut menjadi sebuah pangkalan militer Barat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengutuk "aksi kekerasan tidak manusiawi" yang dilakukan oleh pendukung Khadafy terhadap "gerakan populer" Libia, namun mengatakan bahwa hal itu "seharusnya tidak memberikan alasan untuk campur tangan militer negara-negara lain".

Dalam pertemuan ke-65 Majelis Umum PBB, Selasa, PBB mengesahkan resolusi untuk menangguhkan keanggotaan Libia dalam Dewan HAM yang berbasis di Jenewa. (AP/CNN/Antara/Adi)

(Source : suarakarya-online.com)

Resolusi DK PBB Bikin Moammar Kadhafi Makin Terdesak

Senin, 28 Februari 2011

Aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung selama 14 hari sepertinya tidak menunjukkan sebuah perubahan yang berarti dan tanda-tanda jika pemimpin Libya, Moammar Khadafi, bakal mundur. Demikian diberitakanCNN ,Senin (28/2/2011).

Meski demikian, posisi Khadafi makin tersudut setelah sejumlah unit militer beralih ke kubu oposisi di dekat ibu kota, Tripoli. Kondisi ini makin diperparah dengan hasil voting Dewan Keamanan (DK) PBB yang memberlakukan sejumlah sanksi dan juga tuduhan kejahatan perang yang dialamatkan kepada rezim berkuasa saat ini.

Minggu kemarin, Khadafi mengeritik resolusi yang dikeluarkan DK PBB yang melawan rezimnya dan mengatakan ke sebuah stasiun televisi milik Serbia, Pink TV, dalam wawancara melalui telepon bahwa DK PBB mengambil keputusan hanya berdasarkan laporan media di luar negeri.

"Jika Dewan Keamanan (PBB) ingin tahu mengenai sesuatu seharusnya mereka membentuk komite pencari fakta," ujar Kadhafi dalam wawancara itu. Resolusi yang dikeluarkan DK PBB itu antara lain embargo senjata, pembekuan aset, larangan melakukan perjalanan bagi Kadhafi maupun keluarga dan temannya.

Sementara, pasukan pengamanan mengatakan mereka sudah beralih ke pihak oposisi dan bergabung di Zawiya, sebuah kota yang terletak sekitar 55 kilometer dari Tripoli.

(Source : tribunnews.com)